Read more: Cara Membuat READMORE Otomatis di Blogspot http://ojelhtc.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-readmore-otomatis-di.html#ixzz1hdcbARLj Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Chit Chat: Tradisi Sejarah Dalam Masyarakat Indonesia Pada Masa Aksara

Selasa, 13 Desember 2011

Tradisi Sejarah Dalam Masyarakat Indonesia Pada Masa Aksara

Tradisi Sejarah Dalam Masyarakat Indonesia Pada Masa Aksara

Masa aksara adalah masa dimana manusia telah mengenal tulisan.  Masyarakat Indonesia diperkirakan mulai mengenal tulisan pada sekitar abad ke-5 Masehi,yaitu dengan ditemukannya 7 buah yupa prasasti di Kutai,Kalimantan Timur.
 Pada awal dikenalnya aksara,aksara yang kita gunakan berasal dari India,yaitu sebuah aksara khusus yang digunakan oleh para raja Palawa dari India Selatan. Adapun tulisan yang pertama kali dikenal adalah tulisan yang menggunakan aksara Pallawa bahasa Sanskerta.

Bagaimana cara masyarakat aksara mewariskan masa lalunya?
Cara masyarakat aksara mewariskan masa lalunya yaitu dalam bentuk tulisan,seperti menulis di atas batu,lempir-lempir kayu,daun lontar,dll. Namun,tradisi lisan juga masih ditemukan pada masa ini.

Rekaman tertulis dari zaman aksara ini dapat dikelompokkan kedalam:

1.     Prasasti
Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama, umumnya adalah batu. Disamping batu media penulisan lainnya adalah kayu,logam,daun lontar, bambu binatang,kulit kayu,daun nipah. Istilah lain dari prasasti adalah inskripsi (bahasa Latin) atau batu tertulis.
Tujuan pembuatan prasasti adalah untuk mengabadikan suatu peristiwa penting yang dialami oleh seorang raja atau sebuah kerajaan.
Pada umumnya prasasti berisi tentang hal-hal sebagai berikut:
·         Penghormatan kepada dewa
·         Angka tahun dan penanggalan
·         Menyebut nama raja
·         Perintah kepada pegawai tinggi
·          Penetapan daerah sima
·         Sambhada (sebab musabab mengapa suatu daerah dijadikan daerah sima)
·         Para saksi
·         Desa perbatasan sima
·         Hadiah
·         Jalannya upacara
·         Tontonan yang diadakan



Contoh prasasti pada awal perkembangan kebudayaan Hindu-Budha.
a. Prasasti Kutai di Kalimantan Timur
Prasasti berupa tujuh buah yupa(tugu batu) yang diperkirakan berasal dari tahun 400 M, berhuruf Pallawa, dan berbahasa Sansekerta.
Isinya, peringatan upacara kurban agama Hindu yang diperintahkan oleh Raja Mulawarman, Putra Aswawarman, dan cucu Kudungga.
b. Prasasti Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat
Prasasti ini berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta.
Contohnya: Prasasti Ciaruteun (pahatan telapak kaki dan tulisan), Prasasti Kebon Kopi (pahatan telapak kaki gajah dan tulisan), Prasasti Jambu (pujian terhadap Purnawarman), Prasasti Pasir Awi (memuat syair pujian terhadap Raja Purnawarman), Prasasti Tugu (berita tentang penggalian saluran Sungai Gomati), Prasasti Muara Cianten, Prasasti Cidang Hiang.      
c. Prasasti Kerajaan Sriwijaya
Prasasti ini berhuruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno.
Contohnya: Prasasti Kedukan Bukit (Dapunta Hyang menaklukkan beberapa daerah), Prasasti Talang tuo (perintah Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk), Prasasti Telaga Batu (berisi kutukan kepada siapa saja yang tidak setia pada raja), Prasasti Kota Kapur (berisi permohonan kepada dewa untuk menjaga Sriwijaya dan menghukum para penghianat Sriwijaya).
d. Prasasti Kerajaan Mataram Kuno
Prasasti Canggal (654 Saka/732 M), menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa, mengenai pendirian sebuah lingga atas perintah Raja Sanjaya di atas bukit Kunjarakunja.
Prasasti Matyasih (prasasti Kedu) (829 Saka/907 M), berisi tentang raja-raja yang memerintah sebelum Dyah Balitung.
Prasasti Ritihang, berbahasa Jawa Kuno ditulis dengan huruf Pallawa berangka tahun 863 Saka/ 914 M.
e. Prasasti Kerajaan Syailendra
Prasasti Kalasan, berangka tahun 700 Saka (778 M), berbahasa Sansekerta, dan ditulis dengan huruf Pra-Nagari.
Prasasti Klurak (dekat Prambanan), berangka tahun 704 Saka (782 M), ditulis dengan bahasa Sansekerta dan huruf Pra-Nagari. Mengenai pembuatan arca Manjusri.

Berdasarkan bahasa yang digunakan prasasti di Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut:
   I.      Prasasti berbahasa Sanskerta (Kawi)
Pada umumnya prasasti yang ditulis dalam bahasa sanskerta berasal dari antara abad ke-4 sampai abad ke-9 M. Rata-rata huruf yang digunakan berkisar pada huruf Pallawa(India Selatan),huruf Pra-Nagari(India Utara),dan huruf Kawi(Jawa Kuno).
Keprasasti yang menggunakan bahasa jenis ini berasak dari kerajaan Kutai,Tarumanegara,Mataram Kuno,dan Kanjuruhan.

 II.      Prasasti berbahasa Jawa Kuno
Prasasti yang menggunakan bahasa ini kebanyakan berasal dari abad ke-10 M yaitu pada kerajaan Mataram Kuno,Majapahit dan Bali. Huruf-huruf yang digunakan adalah huruf Jawa Kuno, dan huruf Pre Nagari.

III.      Prasasti berbahasa Melayu Kuno
Umumnya merupakan prasasti peninggalan dari kerajaan Sriwijaya.

IV.      Prasasti berbahasa Bali Kuno
Prasasti ini berasal dari Bali.
2.     Kitab / kesusastraan
Kitab adalah dokumen yang telah dibukukan. Kitab merupakan sebuah karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan petunjuk untuk mengungkap suatu peristiwa di masa lampau. Para pujangga biasanya menulis atas perintah raja. Itulah sebabnya isi tulisannya banyak menulis keagungan dan kebesaran raja yang bersangkutan.
A.   Sastra dari zaman Hindu-Budha
Karya-karyanya dapat dikelompokkan menjadi :
·         Zaman Mataram(sekitar abad ke-9 dan ke-10)
·         Zaman Kediri(sekitar abad ke-11 dan ke-12)
Pada zaman Kediri dihasilkan kitab:
ü  Arjunawiwaha
Merupakan karya Mpu Kanwa pada tahun 1030 M, pada masa pemerintahan Airlangga.Isinya meriwayatkan Arjuna yang bertapa untuk mendapatkan senjata guna keperluan perang melawan Kurawa.
ü  Kresnayana
Karya Mpu Triguna. Memuat riwayat Kresna semasa kecil. Cerita yang mirip dengan Kresnayana adalah cerita dalam kitab Hariwangsa karya Mpu Panuluh, yang digubah pada zaman Raja Jayabaya, dan berisi kisah perkawinan Kresna dengan Dewi Rukhimi.
ü  Smaradahana
Karya Mpu Dharmaja pada masa Sri Kameswara. Mengisahkan hilangnya suami istri Dewa Kama dan Dewi Ratih karena api yang keluar dari mata ketiga Dewa Syiwa.
ü  Baratayudha
Karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Isinya tentang peperangan 18 hari antara keluarga Pandawa dan Kurawa.
ü  Gatotkacasraya
Karangan Mpu Panuluh, menceritakan perkawinan Abimanyu, putra Arjuna, dengan Siti Sundhari atas bantuan Gatotkaca, putra Bima.Ditulis pada zaman Raja Jayabaya.

·         Pada zaman Majapahit I(sekitar abad ke-14)
Pada zaman ini dihasilkan kitab:
ü  Nagarakretagama.
Ditulis pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk oleh Mpu Prapanca. Mengenai kerajaan Singasari dari masa pemerintahan Ken Arok, raja pertama Singosari hingga Hayam Wuruk.
ü  Sutasoma
Karangan Mpu Tantular. Menceritakan Sutasoma, putra raja yang kemudian mendalami agama Budha. Dalam kitab ini terdapat kata Bhinneka tunggal ika,tan hana dharma mangrwa. Kata bhinneka tunggal ika inilah yang kemudian menjadi semboyan persatuan kita.
ü  Arjunawijaya
Karangan Mpu Tantular. Kitab mengisahkan raja Arjuna Sasrabahu dan Patih Sumantri melawan Raksasa Rahwana.
ü  Kutaramanawa
Ditulis oleh Gajah Mada. Disusun berdasarkan kitab hukum Kutarasastra dan kitab hukum Munawasastra, dan kemudian disesuaikan dengan hukum adat pada waktu itu.

·         Zaman  Majapahit II(sekitar abad ke-15 dan ke-16)
Pada zaman ini dihasilkan kitab:
ü  Pararaton
Pararaton berisi dongeng dan mitos. Pengarangnya sampai sekarang belum diketahui. Terdiri atas 2 bagian. Bagian pertama berisi riwayat Ken Arok sampai raja-raja Sigasari. Bagian kedua mengisahkan Kerajaan Majapahit mulai dari Raden Wijaya, Jayanegara, pemberontakan Ronggolawe dan Sora, Perang Bubad, dan daftar raja sesudah Hayam Wuruk.
ü  Tantu Panggelaran
ü  Calon Arang
ü  Sundayana
ü  Paman Canggah
ü  Usana Bali
ü  Cerita Parahiyangan
ü  Bubhuksah dan Gagang Aking
Bila ditinjau dari segi isi maka karya sastra dari zaman Hindu0-Budha dapat dikelompokkan:
Ø  Tutur atau Kitab Keagamaan,sepertin Sang Hyang
Ø  Sastra  atau Kitab Hukum,berisi tentang pemberian hak atas tanah atau keistimewaan hak tertentu kepada seseorang atau kelompok oarang yang disertai dengan sanksi.
Ø  Wira Carita(cerita Kepahlawanan),seperti Kitab Ramayana,Kitab Baratayudha
Ø  Kitab Sejarah,yaitu kitab yang memuat sejarah tertentu seperti Kitab Negara Kertagama
B.  Sastra dari zaman Islam
Sastra yang bercorak Islam umumnya berkembang di Melaka,Sumatera,dan Jawa. Terdapat 2 jenis karya sastra dari zaman Islam,yaitu:
·         Hikayat,yaitu cerita yang berupa dongeng semata yang isinya bercampur baur antara alam manusia dengan alam khayalan. Hikayat merupakan karya sastra dari hasil pengaruh Persia. Conoh hikayat yaitu Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Perang Pandawa Jaya, Hikayat Sri Rama, Hikayat Maharaja Rahwana, Hikayat Pancatantra
·         Babad adalah karya sastra jenis hikayat yang isinya tentang sejarah tradisional. Contoh babad yakni babad tanah Jawi,Babad Giyanti,dll.
Selain itu pada zaman Islam juga ditemukan berbagai kitab dan cerita diantaranya:
ü  Cerita panji seperti:
Syair Ken Tambunan, Lelakon Mahesa Kuitir, Syair Panji Sumirang, Cerita Wayang Kinundang, Hikayat Panji Kuda Sumirang, Hikayat Cekal Wenengpati, Hikayat Panji Wilakusuma.
ü  Kitab suluk (kitab yang bercorak magis, berisi ramalan, penentuan hari baik dan buruk, dan pemberian makna terhadap suatu kejadian) seperti:
o   Suluk Sukrasa, menceritakan Ki Sukrasa yang mencari ilmu untuk mendapatkan kesempurnaan.
o   Suluk Wujil, berisi wejanagan Sunan Bonang kepada Wujil, bekas abdi Raja Majapahit.
o    Suluk Malang Sumirang, berisi pujian dan mengungkapkan seseorang yang telah mencapai kesempurnaan dan bersatu dengan Tuhan YME.
Kitab yang ditulis oleh para pujangga dari kerajaan Islam di Indonesia diantaranya:
a)     Kitab Bustanu’Issalatin, ditulis oleh Nuruddin ar-Raniri dari Aceh.Berisi mengenai adat-istiadat Aceh dan ajaran agama Islam
b)     Kitab Sastra Gending, ditulis oleh Sultan Agung dari Mataram. Berisi tentang ajaran-ajaran filsafat. Serta kitab Nitisruti, Nitisastra, dan Astabrata yang bersumber pada kitab Ramayana. Berisi tentang tabiat baik.
c)      Kitab Ade Allopiloping Bicaranna Pabbahi’e oleh Amanna Gappa dari Makasar. Berisi tentang hukum-hukum perniagaan bagi kerajaan Makasar.


Related Post:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Hanya buat sharing aja....